MASIGNCLEAN103

Air Liur Sebagai Pelumas Seks, Aman atau Tidak Sih?

Air Liur Sebagai Pelumas Seks, Aman atau Tidak Sih?

Saat berhubungan seksual dengan pasangan, ada masa di mana organ intim terasa kering sehingga membutuhkan pelumas untuk membuat sesi bercinta tetap lancar. Pelumas tersedia dalam berbagai macam jenis, ada yang berupa air, silikon, minyak, dan juga pelumas alami. Air liur dipercaya sebagai salah satu pelumas alami yang bisa digunakan. Namun, apakah aman menggunakan air liur sebagai pelumas?

Air liur bukan pilihan aman sebagai pelumas seks

Saat berhubungan badan dengan pasangan, tentu organ intim yang terasa kering menghambat nikmatnya kegiatan tersebut. Bahkan, jika dibiarkan, mungkin bisa menyebabkan lecet atau terasa sakit. Maka dari itu, dibutuhkan pelumas agar hubungan intim kembali nikmat.
Namun, yang sering terjadi, saat tengah berhubungan seksual, Anda dan pasangan baru menyadari bahwa organ intim terasa kering. Keinginan mengambi pelumas pun menjadi keinginan terakhir yang ingin Anda lakukan.
Supaya lebih cepat dan tidak mematikan gairah yang sedang membara, akhirnya Anda memilih untuk menggunakan air liur sebagai pelumas alami.
Sebenarnya, dibanding pelumas sungguhan, air liur cenderung tidak licin dan lebih berair. Hal ini membuatnya tidak lebih baik untuk digunakan sebagai pelumas dibandingkan jenis lainnya. Selain itu, air liur juga lebih cepat kering.
Di samping itu, meski air liur adalah zat yang berasal dari tubuh Anda sendiri, ternyata air liur bukan pelumas yang aman untuk digunakan dalam berhubungan seks.
Pasalnya, air liur bisa menyebabkan beberapa kondisi yang cukup serius pada pasangan, khususnya bagi Anda yang sering menggunakan zat ini sebagai pelumas saat melakukan seks oral.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya, air liur bukan pilihan yang terbaik jika dibandingkan dengan pelumas lainnya.

3 kemungkinan risiko menggunakan air liur sebagai pelumas

Ada beberapa masalah kesehatan yang mungkin menimpa Anda dan pasangan jika sering menggunakan air liur sebagai pelumas. Apa saja?

1. Infeksi organ intim

Menggunakan air liur sebagai pelumas dapat menyebabkan infeksi terhadap organ intim, khususnya vagina. Hal ini terjadi karena bakteri yang terdapat pada air liur dan bakteri yang terdapat di vagina adalah dua bakteri yang berbeda.
Di dalam air liur, terdapat enzim pencernaan yang berfungsi untuk menguraikan makanan. Saat bakteri dan enzim tersebut sampai di vagina, mikrobioma vagina mungkin rusak hingga menyebabkan terbentuknya infeksi jamur atau vaginosis bakteri.
Kedua jenis masalah kesehatan ini terbentuk saat air liur digunakan sebagai pelumas seks. Saat itu, air liur menyebabkan ekosistem di vagina terganggu, sehingga terjadi ketidakseimbangan jamur dan bakteri yang secara alami berada di vagina. Jamur dan bakteri yang tidak seimbang memicu terjadinya infeksi tersebut.

2. Memengaruhi jumlah produksi sperma

Menggunakan air liur sebagai pelumas saat berhubungan intim ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap produksi sperma. Khususnya, pada pria yang memang sudah mengalami penurunan jumlah sperma. Namun, pada orang yang memiliki jumlah produksi yang normal, kondisi ini mungkin tidak terjadi.
Bahkan, pelumas yang salah juga bisa menyebabkan sperma sulit mencapai ke lendir serviks dan membuahi sel telur. Tentu hal ini akan mempersulit proses pembuahan hingga kehamilan sulit terwujud.
Maka dari itu, untuk mendapatkan pelumas alami, lebih baik melakukan foreplay lebih lama dengan pasangan sebelum penetrasi. Hal ini akan mendorong produksi pelumas alami dari tubuh perempuan, sehingga Anda dan pasangan tidak perlu menggunakan air liur untuk membasahi organ intim yang sedang dalam kondisi kering.

3. Menyebabkan timbulnya penyakit menular seksual

Menggunakan air liur sebagai pelumas saat berhubungan intim dengan pasangan ternyata berpotensi menimbulkan penyakit menular seksual. Pasalnya, segala penyakit yang mungkin menjangkit mulut atau tenggorokan Anda dan pasangan mungkin juga menjangkit organ intim Anda melalui air liur.
Misalnya, jika Anda atau pasangan memiliki luka herpes yang terbuka, lalu menggunakan air liurnya sebagai pelumas saat sedang berhubungan seks dengan Anda. Anda mungkin mengalami herpes pada organ intim setelahnya.
Tidak hanya itu, masih banyak penyakit menular seksual lain yang bisa menular selain herpes. Ada pula gonorrhea, chlamydia, HPV, syphilis, dan trichomoniasis, yang bisa menular dari mulut ke area genital melalui air liur.
Sayangnya, Anda mungkin tidak menyadari kondisi ini sebab penyakit menular seksual tersebut biasanya tidak memiliki gejala yang berarti.
Dari berbagai faktor yang telah disebutkan, sebenarnya air liur juga tidak memiliki keunggulan jika hendak digunakan sebagai pelumas saat berhubungan intim dengan pasangan. Oleh karenanya, jangan terburu memutuskan untuk menggunakan air liur sebagai pelumas saat sedang berhubungan seksual.
Lebih baik siapkan selalu pelumas lain yang mungkin lebih efektif melancarkan hubungan Anda dengan pasangan.
Share This :