MASIGNCLEAN103

Kondom Elektrik Ada Sensasi Getar, Suami Capek Istri Bisa Nunggu


Terobosan baru ada kondom pakai baterai dilengkapi tombol on off.

Lebih canggih, kali ini model eletrik. Kondom jenis baru ini berfungsi seperti  alat  kontrasepsi pria pada umumnya yakni mencegah sperma masuk ke rahim.
Serta kelebihannya, untuk kondom elektrik ini, memiliki daya getar dan dilengkapi baterai kecil. Kondom ini memiliki baterai dan ada tombol on off. Saat baterainya sudah lemah getarannya juga lemah, dan batreinya bisa diganti. 

Manfaat dari alat kontraspesi elektrik ini, memungkinkan untuk membantu keharmonisan keluarga dalam hubungan suami istri. Kalau misalkan pria sudah kelelahan, dan wanita masih belum orgasme, tekan saja tombol on, maka kondom akan bergerak sendiri. Kondom elektrik ini di pasaran dibanderol dengan harga Rp. 58.000 dengan satu bungkusnya berisi tiga buah alat kontrasepsi termasuk baterai.

Cara pakai kondom yang benar

Penggunaan kondom yang salah dapat menurunkan fungsinya untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual.
Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan sejenis karet yang dipakaikan pada alat kelamin, sebagai pelindung saat berhubungan seksual.

Meski kondom bukan lagi hal yang asing terdengar, namun kenyataannya masih banyak orang yang belum paham tentang pentingnya menggunakan kondom dengan benar.

Berikut adalah langkah-langkah memakai kondom yang benar :
  • Buka kemasan kondom dengan benar, ikuti petunjuk pembukaan yang ada pada kemasan. Hindari menggunakan gunting atau gigi untuk membuka kemasan.
  • Sebelum merobek kemasan, dorong kondom ke sisi berlawanan agar tidak ikut robek bersama kemasan.
  • Ambil kondom secara perlahan dan keluarkan dari kemasan. Lalu jepit ujung kondom yang terdapat di bagian tengah lingkaran dengan jari, untuk mencegah udara masuk. Udara yang masuk ke dalam kondom akan membuatnya mudah pecah.
  • Sambil memegang ujung kondom, tempatkan kondom di atas kepala penis. Pastikan penis sudah ereksi sempurna saat memakai kondom.
  • Buka gulungan kondom dengan lembut ke arah pangkal penis. Jika gulungan kondom tidak bisa diturunkan, berarti pemakaiannya tidak tepat atau terbalik. Ambil kondom baru jika telah melakukan kesalahan tersebut dan mulai dari awal. 
  • Ketika selesai berhubungan dan telah mengalami ejakulasi, segera cabut penis dari dalam vagina sebelum ereksinya hilang. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran kondom di dalam vagina pasangan Anda.
  • Usai penis sepenuhnya keluar, tarik kondom dari penis Anda secara perlahan-lahan agar sperma di dalamnya tidak keluar. Bungkus kondom bekas dengan tisu dan buang ke tempat sampah.

Hal yang Diperhatikan saat Menggunakan Kondom


Selain mengetahui cara memakai kondom yang tepat, Anda juga perlu mengetahui anjuran dan larangan dalam penggunaan kondom, yaitu:

  • Gunakan kondom tiap kali ingin berhubungan intim, kecuali jika Anda sedang menjalani program kehamilan.
  • Periksa terlebih dahulu tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan kondom sebelum mulai menggunakannya.
  • Pastikan pula bahwa kondom yang akan digunakan tidak dalam keadaan rusak.
  • Simpan kondom di tempat yang sejuk dan kering.
  • Gunakan kondom yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Pilihlah kondom yang sudah dilengkapi pelumas berbasis air untuk mencegah rusaknya kondom.

Larangan saat menggunakan kondom

  • Hindari menyimpan kondom dalam dompet, karena tekanan dan gesekan dalam dompet serta suhu yang panas dapat menyebabkan kondom mudah rusak.
  • Hindari kondom yang mengandung spermisida karena bisa menyebabkan iritasi dan alergi pada sebagian orang.
  • Hindari menggunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti body lotion, petroleum jelly atau baby oil, karena dapat menyebabkan kondom mudah sobek.
  • Jangan gunakan dua kondom sekaligus saat berhubungan intim.
  • Jangan pula memakai kondom lebih dari sekali dan segera buang kondom yang sudah digunakan. 
Dengan mengetahui cara memakai kondom yang tepat, Anda bisa meminimalkan rasa khawatir tertular penyakit seksual atau kehamilan yang tidak diinginkan.

Hal ini penting untuk mendukung rasa nikmat dan kepuasan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan.




Share This :